Racun Dari Bibir Ayana

1145 Kata

Koridor rumah sakit yang biasanya sunyi kini mendadak dipenuhi ketegangan. Bau antiseptik yang menyengat terasa semakin menyesakkan paru-paru. Langkah kaki Altarez Atmaja yang mantap dan berat menggema di lantai keramik putih. Sorot matanya tajam, mengunci dua sosok yang tengah berinteraksi di ujung koridor dengan pandangan yang sanggup membunuh siapapun. Di saat yang bersamaan, Devan baru saja kembali dari toilet yang berada di sisi kanan Alta. Langkah kaki Devan mendadak terhenti. Wajahnya yang biasanya garang kini berubah pucat pasi. Ia melihat punggung bosnya menegang, sebuah pertanda bahwa terjadi sesuatu yang memancing kemarahannya. "Kenapa kau tinggalkan wanitaku sendirian?" tanya Alta tiba-tiba, suaranya rendah namun penuh penekanan. Ia menyadari bahwa Devan telah berdiri gemetar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN