Keheningan di parkiran rumah sakit itu menghimpit dadaa Ayana. Ia masih berjongkok di balik pilar beton yang dingin, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lutut. Isaknya terdengar pelan, namun getaran di bahunya menunjukkan betapa hancurnya perasaan gadis itu. Semua kepingan masa lalu yang ia yakini sebagai fondasi cintanya pada Angga, kini runtuh berkeping-keping, berubah menjadi debu yang menyesakkan napas. Pikiran Ayana melayang jauh kembali menuju sepuluh tahun yang lalu. Sebuah memori yang selama ini terkunci di sudut hatinya yang paling dalam, memori yang ia kira miliknya bersama Angga, namun ternyata memiliki pemeran utama yang sangat berbeda. **** Flashback On 10 Tahun Lalu Malam itu, desa Jati Makmur diselimuti oleh kabut tipis. Gemerisik daun di tepi hutan dan gelapnya ma

