Ayana berdiri mematung di ambang pintu kamar, matanya membelalak melihat kekacauan di hadapannya. Barang-barang milik neneknya kini berserakan di lantai. "Apa hak kalian untuk mengambil alih ruangan nenek saya?" Suara Ayana bergetar hebat. Hatinya perih melihat perawat yang tadi membantunya kini hanya bisa menunduk diam di sudut ruangan, sementara para pria berjas hitam dengan bebas mengobrak-abrik isi kamar. Ayana tidak habis pikir. Bagaimana bisa di rumah sakit sebesar ini, tak ada satu pun petugas keamanan yang datang mencegah tindakan anarkis tersebut? Pengaruh macam apa yang dimiliki pria di depannya hingga semua orang seolah menutup mata? "Hak? Apa itu hak? Aku punya uang! Apapun bisa aku dapatkan!" Seorang pria paruh baya dengan kepala plontos yang mengkilap dan jas mewah berteri

