Ayana merasakan tangan kekar Alta melingkar di pinggangnya, menariknya ke dalam dekapan pria itu. Di saat itu, Ayana sadar, meski ia membenci cara Alta mencintainya, hanya pria "gila" inilah yang sanggup melindunginya. Ayana masih mematung, napasnya tersenggal-senggal dengan sisa isak tangis yang tertahan di tenggorokan. Tubuhnya gemetar hebat, bukan hanya karena sisa ketakutan akibat penindasan Tuan John, tetapi juga karena aura yang terpancar dari pria yang kini berdiri tepat di hadapannya. Altarez Atmaja. Aura yang di miliki Alta sanggup membuat Ayana yang berada dalam dekapannya tak bisa mengedipkan mata sedikit pun. Di dalam hatinya, berbagai macam pertanyaan mulai menyerangnya. Mengapa dia bisa tahu kalau aku sedang dalam masalah? Apa dia tidak benar-benar meninggalkanku? Lamuna

