Begitu Raga sampai, Nadya langsung menyerahkan tubuh Cimut yang sudah setengah ambruk kepadanya.
“GILA!!! SIAPA YANG CEKOKIN DIA MINUM SAMPE KAYAK GINI!!!” teriak Raga marah pada Nadya dan Maura. Tanpa babibu, ia langsung membopong tubuh Cimut dengan kedua tangannya.
“Dia minum sendiri!!! Langsung dua gelas!! Jangan nuduh sembarangan…woiiii!!!” teriak Nadya sengit sambil mengikuti langkah Raga. Maura juga ikut mengekor di belakang mereka sambil menundukkan wajahnya.
Ketika mereka hendak melewati pintu keluar, Satrio memergoki mereka dan bertanya dengan nada kuatir.
“Bro, Cimut kenapa?”
“Teler…” balas Raga pendek.
“Oh, lo pake kamar gue aja nih. Gue sengaja pesen kamar khusus untuk taruh barang dan ruang istirahat staf..” kata Satrio sambil menyerahkan kartu kamarnya. Raga mengambil kartu tersebut dan mengucapkan terima kasih lalu segera menuju kamar yang dituju. Nadya dan Maura ikut mengikuti dari belakang karena merasa cemas pada keadaan Cimut.
Sesampainya di dalam kamar, Raga langsung membaringkan Cimut dan menyelimuti tubuh gadis tersebut. Nadya dan Maura yang melihat kalau Cimut langsung tertidur, menghembuskan nafas lega.
“Syukurlahhh….”
“Tolong bilang pada Satrio kalau gue tidak bisa kembali ke ruangan aula. Gue harus berjaga di sini ok?”
Kedua gadis itu mengangguk sambil mengacungkan jari jempol mereka dan kembali ke acara.
Di sisi ranjang, Raga duduk sambil mengusap-ngusap wajah dengan kedua tangannya berulang kali. Celaka dua belas….
Ia tak mungkin membawa Cimut pulang malam ini dalam kondisi seperti ini. Bisa-bisa ia dilempar pisau terbang oleh Mama Widya!!! Mau tidak mau, ia harus menelepon Mama Widya dan mengatakan kalau mereka baru bisa pulang besok pagi. AHHHHH!!! DASAR SIALANNNN!!!!
Raga sibuk mengumpat dan mengutuki dirinya karena merasa gagal menjaga Cimut. Tapi kemudian ia merasa kalau seseorang tengah memegang tangannya. Ia menoleh ke samping dan melihat Cimut sedang menggenggam tangannya dengan sangat erat.
Wajah gadis itu terlihat begitu polos dan menggemaskan di mata Raga. Ekspresi wajah yang tak pernah berubah dari ia kecil dulu. Tapi Cimut yang sekarang terlihat jauh lebih dewasa dan mempesona.
“I wish you knew my true feeling, Mut….”
Raga mengelus pipi gadis tersebut dan memberinya kecupan singkat di kedua pipinya. Tapi sedetik berikutnya, bibirnya tiba-tiba dipagut oleh Cimut dan kedua tangan gadis itu memeluknya erat serta menarik tubuhnya ke atas kasur secara mendadak!!
Kedua mata Raga melotot lebar-lebar tak percaya. Tapi di saat yang sama, celananya terasa sesak. Batang lolipopnya menegang. Libidonya mulai menggelegak naik ke level yang mengkhawatirkan.
“Mut…mmmphhhh….”
………………………………………………………………………..
Raga mencoba untuk melepaskan dirinya dari belitan tangan Cimut sekuat tenaga. Sayangnya, entah ada kekuatan gaib dari mana, tenaga gadis itu kuat sekali!! Lebih parahnya….
Lumatan bibirnya semakin lama semakin liar dan binal. Cimut menutup matanya. Terlihat sekali ia sangat menikmati adegan tersebut. Ragata tak kalah tersiksanya. Ia berusaha mati-matian untuk melepas kuncian leher gadis tersebut tapi malah Cimut menariknya ke atas kasur. Tubuh Raga otomatis langsung menindih tubuh gadis tersebut. Dan…
Hancur sudah pertahanan diri Raga…..
Bibirnya yang tadi menolak habis-habisan saat lidah Cimut memaksa menyeruduk masuk ke dalam mulutnya, kini mulai terbuka dan saat itu, kedua lidah mereka saling berpagut serta menari dengan harmonis di langit-langit mulut. Cimut mulai mendesah dan melenguh nikmat. Memompa seluruh adrenalin Raga sampai ke titik puncak. Ciumannya mulai merambah ke bagian-bagian lain di area wajah dan leher gadis tersebut. Telinga, leher, pipi, dan perlahan turun ke bagian d**a dimana kedua gunung kembarnya terlihat menantang untuk dipegang dan diremas oleh tangan pemuda tersebut. Raga yang sudah kehilangan logikanya perlahan mulai menyelusup masuk dan menggerayangi area pinggang dari bawah. Tapi, lagi-lagi gerakan Cimut berikutnya langsung membuat Raga terkesiap kaget setengah mati!
Cimut tiba-tiba membuka matanya lebar-lebar tapi seperti orang kesurupan, ia langsung membanting tubuh Raga ke bawahnya dan menindih tubuh pemuda tersebut dengan sukses!!
Mata Raga melotot lebar-lebar. Ia sama sekali tidak tahu kalau gadis manis itu ternyata memiliki sisi seliar ini di dalam dirinya. Dan sisi tersebut terbangun saat Cimut sedang mabuk berat!!
Dengan santai dan masih dibawah pengaruh alcohol, Cimut langsung melepas paksa kemeja Raga. Semua kancingnya langsung copot saat kemeja pemuda tersebut ditarik oleh gadis tersebut dengan tenaga dewanya. Sekarang, Raga benar-benar ketakutan setengah mati!!!
Gadis ini …. BENAR-BENAR MENGERIKAN!!!
“M..M…Mut… Mut.... Mut… Sad… Sadar, Muttt…” kata Raga gagap sambil mencoba bangkit tapi dengan posisi woman on top, Cimut benar-benar jauh lebih dominan darinya!!!
Lebih jauh lagi, kesadaran Raga menempelaknya dengan keras!!
IA AKAN DIPERKOSA!!! ASTAGA!!!! KEJADIAN MEMALUKAN MACAM APA INI???
Semenit berikutnya, gadis tersebut melenguh dengan nada erotis dan mulai melucuti bajunya sendiri satu persatu. Mata Raga hampir terlompat keluar dari rongganya saat melihat pemandangan yang sangat menakjubkan di atas tubuhnya!!! Sepasang gunung kembar yang bulat sempurna yang tengah bergoyang-goyang sungguh merupakan anugrah yang luar biasa bagi laki-laki normal seperti dirinya. Belum lagi di tengah nafas gadis tersebut yang memburu dengan wajahnya yang kemerahan. Tubuh Cimut yang topless benar-benar membuat Raga tidak bisa berpikir lurus lagi. Dengan hasrat yang berkobar, ia mendekap tubuh gadis tersebut dan memberikan lumatan penuh nafsu pada kedua gunung kembarnya. Lenguhan dan desahan Cimut semakin keras saat Raga melakukan hal tersebut pada tubuhnya. Sampai akhirnya mereka berdua melepaskan baju masing-masing sampai telanjang total dan keduanya langsung bercinta habis-habisan. Tapi, pada saat itu, yang lebih banyak mengambil peran secara dominan adalah Cimut dengan posisi woman on top.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang tengah merekam adegan erotis tersebut secara diam-diam dengan kamera ponselnya dan kebetulan sudut pandang yang diambil menunjukkan wajah Cimut dengan sangat jelas di sana!!! Si perekam video hanya menunjukkan senyum licik di wajahnya. Dan setelah beberapa saat, ia pun menghilang pelan-pelan di dalam kegelapan.
…………………………………………
Malam semakin larut dan jarum jam sudah menunjukkan pukul 12 malam lewat. Para siswa mulai pulang satu persatu dari dalam ruangan aula. Tapi di dalam kamar hotel, Raga sedang terengah-engah dengan tubuh berpeluh keringat setelah aktivitas seksualnya yang sangat intens dengan Cimut barusan. Gadis itu sendiri tengah tertidur pulas di sampingnya dengan suara mendengkur keras.
GAWAT!!!!
Kesadarannya langsung kembali dan logikanya kembali berputar di dalam otaknya.
ASTAGA!!! IA TIDAK BOLEH BERADA DI SINI!!!!
Otaknya langsung berpikir keras sementara ia berpakaian dan mengenakan jaket untuk menutupi kemejanya yang sudah tak berkancing lagi.
Ok, yang penting ia harus keluar malam ini!!! Secepatnya!!!
Dengan gugup, Raga langsung mengenakan topinya dan bergegas keluar dari kamar sambil tak lupa mengunci pintu dengan kartunya. Ia tak sadar kalau ternyata ia dipergoki oleh Nadya dan Maura yang sedang menuju ke kamar tersebut untuk menengok keadaan Cimut sekali lagi sebelum mereka pulang.
“Raga??”
“Itu Raga kan?” tanya Nadya pada Maura saat mereka melihat pemuda tersebut cepat-cepat pergi tanpa sedikit pun melirik ke arah mereka berdua. Berusaha untuk memastikan identitasnya secara jelas.
“Iya, itu Raga koq…”