12. Keputusan Berat

1475 Kata

Pagi itu Andreas berangkat ke sekolah mengendarai motor sportnya. Tatanan rambutnya yang masih acak-acakan membuat Andreas terkesan urakan dan liar. Namun karisma ketampanan Andreas tetap terpancar dan mempesona. Baju seragamnya kini telah ia masukkan, jas sekolah dan dasi sudah dipakai rapi pada tubuhnya. Namun tetap saja bekas goresan luka akibat perkelahian masih membekas di wajah tampannya, tampak juga sebuah plester yang terpampang di wajah Andreas, entah karena menutupi luka setelah ia berkelahi, atau justru memang ciri khas Andreas, yang jelas ia masih menjadi idola remaja. Walau terlihat acak-acakan, tapi berhasil membuat banyak siswi penasaran dengannya. Jam pelajaran pertama, Andreas dan Bimo dipanggil oleh kepala sekolah dan dewan guru untuk menemui mereka di ruang kepala sekol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN