Pagi ini mentari bersinar cerah. Andreas sudah bersiap berangkat ke Jogja sejak subuh tadi. Ketika mentari mulai menampakkan sinarnya, Andreas bergegas membuka jendela kamarnya, udara yang sejuk membuat Andreas nyaman dan bersemangat memulai hari. Pikirannya melambung jauh seperti awan putih yang melayang di langit biru. Ia berharap Jogja adalah tempat berpijak untuk awal memulai kembali kehidupan dan memperbaiki semua kesalahan yang pernah terjadi. Ia mantap melangkahkan kakinya menuju mobil pribadi ayahnya. “Sudah siap Ndre?” Wirawan bertanya pada Andreas. “Sudah siap Ayah!” Andreas menatap ayahnya. “Ayo Bang Rojak, kita berangkat!” Wirawan bersemangat. “Iye Tuan.” Bang Rojak senang melihat Andreas sudah mulai dekat dengan ayahnya. Mereka pun berangkat menuju bandara. Sepanjang jala

