“Eh... Nay, gue pikir siapa, kaget tahu nggak sih!” Wajah Andreas terlihat terkejut bercampur grogi. “Memangnya kamu pikir saya demit penghuni pohon gede ini?” Nay ikut kaget melihat ekspresi Andreas. “Hahaha... Nona yang lemah lembut ini bisa marah sambil bercanda juga.... Hahahaha....” Andreas masih tertawa cekikikan melihat sikap Nay. “Owalah... Sableng tenan iki bocah!” (“Owalah... Gila bener ini anak!”), Nay yang terlihat lemah gemulai ternyata bisa bertingkah ceplas-ceplos. “Hah? Apa? Wiro sableng? Wkkwkw... Hahaha....” Andreas masih menertawakan Nayela sampai jongkok terpingkal-pingkal. “Eyalah... Kesambet opo cah iki, Ndre... Udah bercandanya, makanya jangan kelamaan melamun dekat pohon besar!” Nay memperingatkan Andreas. “Memangnya kenapa Nay?” Andre berhenti tertawa, raut

