Wirawan dan Andreas sudah sampai di rumahnya dengan selamat dan tanpa kekurangan satu apapun. Andreas bergegas mandi dan ibadah Shalat Isya. Ia terlihat sedang beristirahat di kamarnya sambil rebahan dan melihat Youtube. Tiba-tiba ia teringat pertemuannya dengan Nay. Secara spontan Andreas beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju ke depan cermin, ia melihat-lihat wajah dan penampilannya. Mondar-mandir, tengak-tengok, lenggak-lenggok, seolah-olah menjadi model Catwalk. “Orang ganteng sih bebas, mau gaya begini-begitu, tetap keren... Kayak Gue, Andreas Adhitama... Asiiik nggak tuh, Hehehe....” Andreas tersenyun sengak, ia merasa keren dan cukup percaya diri, walau penampilannya acak-acakan, tapi ia percaya bahwa gayanya sudah menjadi identitas diri dan merasa tetap ganteng dan menawan

