11. Kertas Kosong

1294 Kata

Semua orang yang berada di sana memandang ke arah Andreas. Mereka penasaran bukti apa yang akan di tunjukkan Andreas. Matanya tertuju pada tempat wudlu mushala rumah Bimo. “Ndre! Bagaimana?” Yudhis penasaran. Andreas hanya menoleh ke arah Yudhis. Langkah kaki Andreas mulai menuju suatu titik. Ia berharap jam tangannya masih berada di sana. Andreas terus berjalan dan sampailah ia di tempat wudlu. Ia menoleh pada lubang-lubang hiasan pada dinding yang menjadi sekat antara mushala dan tempat wudlu. “Astaga! Jam tangan gue... Nggak ada?” Andreas panik bukan main. Keringat dingin bercucuran keluar dari tubuh Andreas, perut Andreas mendadak mulas, nyalinya seakan menciut, ia sangat takut jika barang bukti satu-satunya tidak ditemukan dalam rumah Bimo. “Mampus gue! Ya Allah bantu hamba, And

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN