10. Mencari Bukti

1286 Kata

Andreas duduk terdiam dalam lamunan di dekat jendela kamarnya. Ia berpikir keras untuk membuktikan bahwa dirinya telah dijebak oleh Bimo yang tidak lain adalah teman geng amburadulnya. “Gue enggak nyangka si Bimo setega ini!” Andreas merasa marah dan kecewa pada Bimo. Tak lama kemudian, Angga dan Yudhis menemui Andreas di kamarnya. Tok!!! Tok!!! “Andre... Kakak boleh masuk?” Yudhis mengetuk pintu dan meminta izin pada Andreas. “Masuk saja Kak!” Andreas mempersilakan kedua kakaknya masuk untuk menemuinya. Kedua kakaknya melihat Andreas yang termenung di dekat jendela. Angga sebenarnya tidak tega melihat keadaan adiknya yang babak belur dan dijebak oleh seseorang. Yudhis duduk di atas sofa yang berada di kamar Andreas, sedangkan Angga berdiri di dekat Andreas. “Kak... Maafkan Andre! S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN