"Ada nggak sih, di sini jual kopi tapi bukan kopi?' tanya Sandra pada Lucas di kafe itu saking gabutnya.
Lucas tertawa di sana. "Kenape lu San? Gabut banget kayaknya ya?"
Sandra mengangguk lesu. "Iya! Kenapa gue jomblo?" tanya Sandra pada Lucas yang masih tertawa.
"Jangan ketawa!"
Lucas menggaruk kepalanya. "Yaudah, ini lo mau pesan minuman apa mesan cowok nih?"
"Emang kalau mesan cowok, ada?"
"Ada," jawab Lucas singkat.
"Ngaco lo."
"Serius," kata Lucas lagi namun wajahnya tidak menujukkan keseriusan sama sekali, yang ada hanya menahan tawa.
"Dih, ngeselin. Yaudah cappucino dingin ya satu, sama nugget!"
"Siap Ibu Sandra!"
Sandra lalu mencari tempat duduk di kafe itu, dan tentu saja dia sedang sendiri hari ini.
"Tumben hari libur lo ke sini," ujar Lucas seraya membawakan pesanan Sandra di sana. Karena letak kafe itu dekat dengan kampus, biasanya Sandra dan Nada hanya ke kafe itu jika bertepatan dengan kuliah dan jarang jika hari libur mereka ke sana.
"Ada nggak sih, di sini jual kopi tapi bukan kopi?' tanya Sandra pada Lucas di kafe itu saking gabutnya.
Lucas tertawa di sana. "Kenape lu San? Gabut banget kayaknya ya?"
Sandra mengangguk lesu. "Iya! Kenapa gue jomblo?" tanya Sandra pada Lucas yang masih tertawa.
"Jangan ketawa!"
Lucas menggaruk kepalanya. "Yaudah, ini lo mau pesan minuman apa mesan cowok nih?"
"Emang kalau mesan cowok, ada?"
"Ada," jawab Lucas singkat.
"Ngaco lo."
"Serius," kata Lucas lagi namun wajahnya tidak menujukkan keseriusan sama sekali, yang ada hanya menahan tawa.
"Dih, ngeselin. Yaudah cappucino dingin ya satu, sama nugget!"
"Siap Ibu Sandra!"
Sandra lalu mencari tempat duduk di kafe itu, dan tentu saja dia sedang sendiri hari ini.
"Tumben hari libur lo ke sini," ujar Lucas seraya membawakan pesanan Sandra di sana. Karena letak kafe itu dekat dengan kampus, biasanya Sandra dan Nada hanya ke kafe itu jika bertepatan dengan kuliah dan jarang jika hari libur mereka ke sana.