Amanda duduk termenung di atas sebuah kayu. Amanda mengedarkan pandangannya, ia menyadari bahwa tempat yang jika dilihat dari luar hanya seperti pohon besar biasa ini, benar-benar terlihat berbeda dimatanya. Amanda nampak kebingungan dengan apa yang dia lihat dan apa yang dia rasakan. “Kenapa bisa seperti ini, ya?” gumam Amanda lagi. Fanny muncul dari balik sebuah tembok yang sudah dipenuhi lumut. Kini Amanda semakin sadar bahwa pohon besar ini terasa seperti rumah baginya. “Dasar anak bodoh! Apa kau tidak tahu, bahwa pohon tua ini hanya terlihat sebagai pohon besar saja di mata manusia? Sedangkan jika dihuni oleh kita, tempat ini akan terasa seperti rumah,” ujar Fanny sembari berjalan menghampiri Amanda. Sepertinya Fanny mendengar apa yang baru saja Amanda ucapkan tadi. “Benarkah?”

