Amanda bersedih, ia menganggukan kepalanya perlahan. Kepalanya tertunduk. Benar apa yang dikatakan Rangga, tak semua orang dapat melihatnya dan Rangga tidak dapat membantu Amanda terus menerus. Terlebih, ia pun tak mengetahui dimana letak persisnya Lina berada. “Amanda, maafkan aku.” “Tidak apa,” jawab Amanda. “Aku akan mencari Ibuku sendiri. Aku pasti akan menemukannya.” “Temui seseorang yang sama indigonya sepertiku, Amanda. Katakan padanya bahwa kau membutuhkan bantuannya. Carilah teman yang baik, yang kau percayai. Tidak semua manusia membenci hantu, ada juga yang menjadikannya teman. Kau harus menemukan orang seperti itu,” ujar Rangga. Amanda menganggukan kepalanya dan tersenyum. “Rangga, ini sudah malam. Aku pergi dulu ya!” pamit Amanda. “Kau sudah tau tujuanmu mau kemana?” ta

