Adit pun tampak membulatkan matanya seolah mengetahui apa yang baru saja kuceritakan padanya. “Henzie Amanda Kathelijn, kan, namanya?” tanya Adit. “Tunggu, bagaimana kau tahu?” “Aku mengenalnya. Tidak. Tidak. Lebih tepatnya aku pernah membaca mengenai Amanda. Dia adalah kakak dari Nenekku, Minah.” Aku pun terdiam. Apakah maksudnya Minah adalah Nenek dari Adit? “Jadi begini, biar aku ceritakan padamu secara singkat. Nenekku adalah turunan Hindia Belanda dan Belanda. Ia bernama Minah Alina Grishilda. Nama belakangnya semula adalah Kathelijn, namun ia mengganti Grishilda mengikuti nama Kakekku yang merupakan orang keturunan Hindia Belanda dan Belanda. Saat aku berusia tiga tahun aku diberikan buku diary kesukaan Nenek. Aku membacanya dari awal sampai akhir. Hingga aku hafal dengan fasih

