Larry hanya menganggukan kepalanya. Berusaha mempercayai apa yang diucapkan oleh Cecille. Baik Larry maupun Cecille, mereka sama-sama memperhatikan anak mereka yang sedang sibuk bercanda di tengah taman bermain. Tawa mereka begitu lepas dan Amanda benar-benar terlihat bahagia bermain dengan kedua kakaknya. “Aku berniat menitipkan Amanda padamu,” ujar Larry. Cecille menolehkan pandangannya dan menatap Larry. “Maksudmu?” “Sepertinya Ibu tidak menyukai jika Amanda berada di rumah. Aku takut Ibu akan berbuat jahat pada Amanda, jadi lebih baik kutitipkan dia padamu.” “Kenapa harus aku? Kenapa tidak kau tinggalkan saja anak perempuan impianmu itu di negaranya?” “Tidak semudah itu, Cecille. Jepang mulai memasuki Hindia Belanda dan mereka sepertinya akan segera menguasainya. Akhir-akhir ini

