[48] Si Kecil Amanda

1045 Kata

Hindia Belanda, 1942 “Bu,” panggil Amanda sembari menarik ujung baju Lina. Lina yang sedang sibuk memasak di dapur terpaksa menghentikan aktifitasnya sejenak. Ia meletakkan pisau itu di atas sebuah alas pemotong atau yang disebut dengan talenan. Lina berjongkok di hadapan anak semata wayangnya itu, ia membelai lembut rambut putrinya itu. “Ada apa, Nak?” tanya Lina lembut. “Apakah Amanda boleh bermain hari ini?” pinta Amanda. Dengan wajah lugunya, Amanda memelas pada Lina. Seolah tak sanggup menolak permintaan izin Amanda, Lina pun memberi izin putri kecilnya untuk bermain keluar rumah. “Ingat pesan Ibu, jika-” “Jika melihat orang bermata sipit, segera pulang ke rumah dan tutup pintu rapat-rapat,” potong Amanda, melengkapi ucapan Lina tadi. “Pintar,” puji Lina. Sesudah mendapatk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN