Larry dan Amanda duduk di dalam kamar yang memang disediakan untuk Larry. Amanda turun dari gendongan Larry dan menatap ke arah jendela kapal. Tidak ada pemandangan indah di luar sana, hanya ada kegelapan yang menyelimuti lautan luas. “Ayah, apa cukup lama untuk tiba di Belanda?” tanya Amanda. “Iya, sayang. Kita masih memerlukan waktu sepuluh hari untuk tiba,” jawab Larry. “Lama sekali, ya,” gumam Amanda. “Kenapa Amanda? Kamu takut?” Amanda menggelengkan kepalanya. “Amanda hanya memikirkan Ibu yang ditinggal oleh kita di rumah. Kenapa Ayah tidak mengajak Ibu saja?” tanya Amanda. Wajah Amanda berubah menjadi sedih. Ia memikirkan Ibunya yang pastinya akan ditinggalkan oleh Amanda beserta Ayahnya dalam kurun waktu yang cukup lama. “Ibu mudah sekali mabuk laut, jadi Ibu memutuskan unt

