Satu Hal Lagi

2080 Kata
Setelah kepergian Jin Young, sejenak suasana terasa hening tapi tak lama Jun Cheol mencoba mencairkan suasana dan mereka berdua pun mengobrol santai, lalu tak lama Jin Young pun ikut menimbrung karena makanannya sedang di buatkan. "Rencananya pembangunan cafe kedua anda kapan Ajeng?" tanya Jun Cheol datar. "Paling sekitaran beberapa bulan lagi sekop, kenapa emangnya? Lu mau jadi kulinya kah? Boleh boleh kalo lu mau mah," canda Ajeng senang. "Buat apa juga saya jadi kuli, gaklah ngaco aja kamu!" sahut Jun Cheol dingin "Ya lagian tiba-tiba bahas pembangunan, eh sekop! Katanya lu mau ke kantornya Barra? Kenapa malah ke sini sekop?" tanya Ajeng bingung. "Gini loh Ajeng, kita tuh kelaperan jadilah mampir ke sini buat ganjel perut bentar eh iya kenapa anda bisa kenal Barra?" tanya Jin Young bingung. "Oh gitu ... kenal dong! Dia temen gue dari kecil, emang kenapa?" tanya Ajeng bingung. "Gak kok nanya aja oh iya lu mau ikut gak ke kantornya Barra?" tutur Jin Young lembut. Mendengar pertanyaan Jin Young membuat dirinya ditatap tajam Jun Cheol, sedangkan Ajeng menanggapi ucapan Jin Young dengan senang hati dan obrolan semakin ngawur tapi akhirnya makanan selesai juga di buat lalu tak butuh waktu lama untuk Jin Young menyantap sarapannya. "Gue sih mau aja ikut tapi kalian mau meeting, emang gak masalah?" tanya Ajeng bingung. "Coba aja anda telpon Barra, kalo saya sama Jun Cheol sih gak masalah!" ujar Jin Young senang. "Oke coba gue telpon Barra dulu," ucap Ajeng semangat. Jin Young sadar jika Jun Cheol menatapnya tajam seakan-akan Jun Cheol melarang ucapan ngawur Jin Young tapi Jin Young melakukan hal ini bukan tanpa alasan atau sekedar iseng belaka, ia memiliki alasan yang kuat mengapa dirinya mengajak Ajeng untuk ikut. Tak lama Ajeng menghubungi Barra dan mereka berdua mengobrol sejenak sebelum akhirnya Barra mengizinkan temannya ikut bersama para detektif, sedangkan Jun Cheol merasa khawatir jika harus mengajak Ajeng karena mereka tidak tau pasti apa yang akan terjadi disana nantinya. "Barra! Gue ikut sama sekop sama Jin Young ke kantor lu ya! Bolehkan?" tanya Ajeng semangat. "Apa? Mau ngapain Ajeng?" tanya Barra bingung. "Di ajak sama Jin Young Bar! Bolehkan! Boleh dong awas aja gak boleh!" omel Ajeng sebal. "Hah?! Yaudah iya boleh tapi hati-hati di jalannya Ajeng," tutur Barra lembut. "Oke tenang aja Bar," ucap Ajeng semangat. Jin Young dan Jun Cheol menatap Ajeng seakan-akan sedang menunggu apa jawaban Barra, setelah mendengar ucapan Ajeng akhirnya ekspresi mereka berdua terlihat berbeda. Jun Cheol menatap tajam pada Jin Young sedangkan Jin Young tersenyum senang, lalu mereka berdua memutuskan untuk mempercepat makan mereka karena matahari makin meninggi. "Barra bilang boleh tapi hati-hati di jalan, dibolehin kok tenang!" ujar Ajeng semangat. "Oke sip keren! Yaudah mending kita sarapannya cepetan Jun! Nanti malah keburu makin siang ke sananya," sahut Jin Young semangat. Rasanya Jun Cheol ingin memaki tingkah absurd Jin Young tapi dirinya tidak bisa memarahi Jin Young di depan Ajeng karena nanti Ajeng berpikir dia melarang Ajeng, padahal bukan seperti itu maksud Jun Cheol. Jun Cheol hanya mengkhawatirkan Ajeng yang bisa saja terluka atau dalam bahaya karena ikut mereka, meskipun itu kantor Barra tapi TKPnya di sana pasti lawannya jelas ada disana dan besar kemungkinan mereka di serang atau mungkin hal buruk terjadi disana. Disaat Jun Cheol sibuk dengan pikirannya sendiri, tiba-tiba Jin Young dan Ajeng memanggilnya karena mereka bertiga harus pergi ke kantor Barra. Awalnya Ajeng menawarkan naik mobilnya saja tapi Jun Cheol tak ingin semakin membuat musuh mengetahui keberadaan Ajeng, akhirnya Jun Cheol memutuskan memesan driver online agar nanti semuanya dalam keadaan aman. "Sekop! Malah ngelamun lagi lu, eh kesananya naik mobil gue apa gimana?" panggil Ajeng sebal. "Jun Cheol! Hey Choi Jun Cheol! Ayok berangkat entar kesiangan nih," tutur Jin Young kesal. "Apa? Gak usah Ajeng, kita pesan driver online yang mobil aja supaya aman dan jangan banyak tanya sekarang! Nanti saya jelasin kenapa kayak gitu," ujar Jun Cheol dingin. Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Ajeng dan Jin Young mengangguk-anggukkan kepala mereka walaupun sebenarnya mereka juga bingung dengan maksud Jun Cheol, setelah mobil yang mereka pesan sampai akhirnya mereka segera masuk dan selama di perjalanan mereka bertiga pun mengobrol santai untuk menghabiskan waktu agar tidak bosan. "Nanti Ajeng jangan pergi jauh-jauh dari kita," tutur Jun Cheol dingin. "Lah kenapa Jun? Jangan bilang lu cemburu sama Barra ahahaha," canda Jin Young senang. "Iya bener, kenapa emangnya? Disana gak ada apa-apa kok!" sahut Ajeng sebal. "Mulai ngaco Jin Young! Gaklah bukan gitu! Kita gak tau apa yang bakal terjadi di sana semisal ada hal yang gak diinginkan terjadi kita bisa bertindak cepat, ngerti?" ujar Jun Cheol dingin. "Emang disana ada apa? Ada Barra kok tenang aja Sekop!" ucap Ajeng lembut. "Oh bener juga Jun! Udah ikutin omongan Jun Cheol aja Ajeng," sahut Jin Young menenangkan. "Situasinya gak bisa kita tebak Ajeng dan kita gak bisa tenang-tenang aja, pokoknya kalo ada apa-apa anda harus berlari ke arah saya atau Jin Young! Ngertikan?" ujar Jun Cheol dingin. "Yaudah oke! Iya entar gue lari ke lu! Tenang aja gue tempelin lu sekalian! Aman gak? Perlu gue gandeng sekaliankah?" omel Ajeng kesal. "Saya tau tidak suka dan tidak mengerti maksud saya tetapi saya hanya mencoba memperkecil kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi Ajeng," tutur Jun Cheol datar. "Anggap saja Jun Cheol mengkhawatirkan kamu Ajeng cuma dia gak ngomong secara langsung aja! Iyakan Jun?" sahut Jin Young senang. "Jangan ngawur Jin Young!" ucap Jun Cheol dingin. "Tuhkan pak Choi malu-malu! Tinggal bilang aja anda khawatir Jun," ledek Jin Young semangat. "Oh dia khawatir toh! Duh tinggal bilang aja sekop! Lu mah muter-muter ngomongnya sekop! Bikin gue kesel aja dah," sahut Ajeng datar. Jun Cheol yang merasa obrolan ini semakin tidak benar arahnya membuat Jun Cheol memilih mendiamkan mereka berdua karena dirinya tak ingin kehilangan kesabarannya, lalu akhirnya mereka bertiga sampai di kantor Barra. Setelah membayar ongkos perjalanan mereka, Jun Cheol, Ajeng dan Jin Young segera bergegas memasuki kantor Barra dan menemui Barra tapi tak lama Xin Qian menghampiri mereka dengan wajah bahagianya berubah sinis saat melihat Ajeng yang berdiri samping Jun Cheol. Xin Qian menatap tak suka ke arah gadis yang tak ia kenal lalu Xin Qian malah mempertanyakan tentang siapa gadis yang kini berdiri di samping Jun Cheol, sedangkan Jun Cheol menjawab pertanyaan Xin Qian dengan dingin seakan Jun Cheol tidak perduli dengan pertanyaan Xin Qian. "Jun Cheol! Jin Young! Akhirnya kalian sampai juga, loh dia siapa Jun?" tanya Xin Qian sinis. "Teman Barra," sahut Jun Cheol dingin. "Terus ngapain dia bareng lu? Emang apa urusan dia ngikutin kita?" tanya Xin Qian kesal. Jun Cheol lebih memilih mengacuhkan Xin Qian dan ia berjalan duluan mencari Barra daripada dirinya meladeni Xin Qian yang tak ada habisnya, sedangkan Jin Young memilih menjawab pertanyaan Xin Qian yang kini menatap kepergian Jun Cheol dengan tatapan kesal. "Saya yang ngajak dia jadi anda urus aja urusan anda sendiri gak usah pengen tau semua hal Xin Qian! Toh siapapun dia bukan urusan anda," tutur Jin Young datar. Mendengar ucapan Jin Young semakin membuat Xin Qian merasa semakin kesal tapi Jin Young memilih mengajak Ajeng untuk mengikutinya dan Xin Qian tediam di sana, sedangkan Jun Cheol memanggil Ajeng dan Jin Young karena dirinya khawatir mereka berdua berkelahi. "Sini Ajeng! Anda ikutin saya aja," tutur Jin Young lembut. "Jin Young! Ajeng! Jalannya cepetan," panggil Jun Cheol khawatir. Lalu tak lama mereka bertiga memilih duduk di kursi sambil menunggu Barra yang masih sibuk, di saat suasana hening tiba-tiba Jun Cheol dan Jin Young berbicara secara bersamaan hingga Jun Cheol mengusulkan Jin Young duluan yang berbicara, nanti setelahnya baru Jun Cheol yang akan mengatakan apa yang ingin ia bicarakan. "Nah! alasan kenapa saya ajak Ajeng itu ...," ujar Jin Young terhenti. "Kenapa saya gak setuju tawaran naik mobil Ajeng itu karena ...," tutur Jun Cheol terhenti. "Oke anda duluan yang ngomong Jin Young! Nanti setelahnya baru saya," ucap Jun Cheol tegas. Jin Young yang mendengar ucapan Jun Cheol membuatnya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti lalu ia mulai mengatakan apa yang ingin ia katakan, sedangkan Ajeng yang belum tau apapun hanya mendengar mereka berdua dengan serius. "Jadi gini, alasan kenapa saya ngajak Ajeng ikut kita itu karena pasti Xin Qian deketin Jun Cheol terus dan malah jadi ribet nanti makanya saya ajak cewek lagi biar dia jaga jarak dari anda Jun! Paham gak?" tutur Jin Young menjelaskan. "Intinya anda mau buat Xin Qian paham sama apa yang perlu ia kerjakan! Oke saya paham Jin Young, thanks!" ujar Jun Cheol senang. "Simplenya sih gitu Jun, iya sama-sama Jun terus anda tadi mau ngomong apa Jun Cheol?" tanya Jin Young serius. "Kenapa saya gak setuju sama tawaran naik mobil Ajeng itu karena saat ini kita di tempat TKP dari kasus yang kita tangani pasti lawan kita ada disini dan kemungkinan besar hal bahaya atau kita diserang tiba-tiba bisa aja terjadi dan saya gak mau lawan kita tau keberadaan orang yang gak salah apapun disini, nah kalo pake mobil Ajeng plat nomernya bisa di cari dan bisa juga mereka nyari tempat tinggal Ajeng jadi lebih aman pake driver online tadi, paham gak maksud saya Jin Young?" tutur Jun Cheol menjelaskan. "Astaga! Bener juga ... saya gak mikir ke sana Jun! Maaf ya," ujar Jin Young sedih. "Gak apa-apa tinggal kita lebih waspada lagi Jin Young," ucap Jun Cheol datar. Disaat Jun Cheol dan Jin Young fokus mengobrol, tak lama Barra berjalan menghampiri mereka bertiga dan tak ingin membuang-buang waktu Barra pun segera mengajak mereka bertiga untuk mengikutinya ke ruangan CCTV. "Maaf ya bikin kalian nunggu oh iya kalian ikutin gue ya biar gak lama-lama lagi! Karena abis ini kita perlu meetin lagikan," ujar Barra lembut. Sesampainya di ruangan CCTV Jun Cheol, Jin Young dan Barra sibuk membahas CCTV di ruangan alm Ayah Barra tapi ucapan pihak CCTV seakan menutupi sesuatu hingga membuat Jun Cheol berpikir satu hal lagi yang terasa mencurigakan pada kasus ini. "Bagaimana bisa CCTV yang biasa beroperasi setiap hari tiba-tiba hari itu hanya diruangan ayah Barra CCTVnya mati? Jika rusak mengapa hanya di satu tempat kerusakannya? Seperti sengaja dilakukan bukan, bagaimana bisa seperti itu?" ujar Jun Cheol dingin. "Apa anda menuduh kami pak? Siapa yang tau bahwa hari itu akan rusak? Jika kami sengaja merusaknya kenapa kami masih bisa bekerja disini," sahut salah satu pegawai CCTV itu sinis. Jun Cheol yang merasa hal ini tak akan berjalan dengan baik membuatnya memperingati salah satu pegawai CCTV itu lalu Jun Cheol berlalu dari sana diikuti Ajeng, Jin Young dan Barra yang menatap karyawannya kesal karena ia merasa di khianati oleh pegawainya sendiri. "Karena orang yang memerintahkan anda untuk merusak CCTV adalah orang yang memiliki power disini jelas anda masih tetap bisa bekerja disini! Tapi lupakah anda bahwa apa yang anda lakukan tak ada bedanya dengan pembunuh ayah Barra? Saya peringatkan anda untuk tak perlu merasa aman hanya karena melindungi kesalahan orang ber-uang karena semua kesalahan tetaplah kesalahan yang akan terungkap suatu saat nanti!" tutur Jun Cheol memperingati. Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka berempat sampai juga di ruangan Barra, tempat di mana mereka akan meeting dengan serius. Sayangnya saat baru memasuki ruangan Barra tiba-tiba Xin Qian sudah melarang Ajeng untuk mengikuti meeting mereka, tapi dengan sigap Jun Cheol membalikkan kata-kata Xin Qian hingga suasana menjadi hening seketika. "Meeting kita kali ini tidak bisa melibatkan orang luar! Jadi yang tidak berkepentingan silahkan keluar karena ini bukan persoalan main-main," ujar Xin Qian kesal. "Yang memimpin meeting kali ini bukan anda Xin Qian! Toh Barra yang mengizinkan Ajeng untuk ikut dalam meeting kali ini jadi anda tidak berhak mengusirnya seakan anda adalah pelapor dari kasus ini! Kalo anda tau ini bukan persoalan main-main jadi berhentilah bermain-main seperti ini Xin Qian! Anda bukan lagi seorang anak kecil," tutur Jun Cheol dingin. Xin Qian yang tak ingin kalah dengan Jun Cheol justru mencoba mengancam Jun Cheol tapi Jun Cheol tak semudah itu dikalahkan hingga Jun Cheol balik mengancam Xin Qian, merasa dirinya tak dapat membuat Jun Cheol mengikuti keinginannya membuat Xin Qian terdiam sejenak. "Bahan diskusi ada di gue Jun Cheol! Kalo lu gak ngusir dia kita gak akan mulai meeting ini! Gi mana lu mau kasus ini kelar atau gak?" ancam Xin Qian kesal. "Ada atau tidaknya bahan diskusi dari anda, kasus ini akan tetap saya selesaikan Xin Qian! Jadi jangan berpikir bahwa anda adalah segalanya dalam kasus ini! Bisa saja anda salah satu pelaku yang bersembunyi nona Xin Qian!" tutur Jun Cheol dingin. Mendengar ucapan Jun Cheol membuat Barra dan Jin Young menatap Xin Qian lekat, Lalu tak lama Barra mencoba menengahi perdebatan aneh ini dan mereka berempat mulai kembali fokus dengan meeting kali ini dan Ajeng tetap berada di samping Jun Cheol. |Bersambung|
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN