“Keyakinan saya padamu bukan tanpa dasar, Nada. Satu, kamu jelas memang bakat yang amat langka. Dan, dua, oleh karenanya layak untuk menerima Mater. Bakat alammu yang luar biasa, dikombinasi dengan Mater yang mampu menghasilkan pikiran-pikiran paling brilian, akan menjadi aset berharga untuk memerangi Tribunal dan ambisinya yang mengerikan.” Nada gemetar dan harus duduk, persis di sisi pembaringan Presiden Abimanyu. “Oke, oke... ini terlalu besar,” ia bahkan sampai terengah. “Jadi, Anda bilang, di otak saya sekarang sudah ada perangkat berukuran nano yang bisa mengendalikan cara saya berpikir?” “Sekali lagi, Mater tidak mempuyai kapasitas untuk dikendalikan. Justru sebaliknya. Mater lah yang mengendalikan semua pemilik BrainWire. Menjadi ratu di koloni lebah. Ketika yang lainnya berpote

