Dan mirip seperti pengalaman pertama menjelajahi Dunia Bawah tempo hari, di sini pun segalanya berwarna merah, paduan antara warna darah dan pendaran nyala api. Saat menapak menuju pintu, ia teringat lagi pada petunjuk paling akhir Mr. Chandra tadi. Dan yang juga pernah disampaikan Dayu. Ia bisa mencipta realita. Kenapa ia tidak mencoba memakai baju zirah ala Eropa abad pertengahan dan membawa pedang? Nada terlompat karena persis seperti itulah penampilannya kemudian. Seluruh busananya, dari helm, baju atasan, celana, hingga sepatu, semua dilapisi besi. Helm menutup seluruh wajah dan menyisakan lubang-lubang kecil tempat mata dan hidung. Dua tangan mengenggam sebilah pedang besar yang berkilauan oleh pendaran api. Ini jelas aman, tapi tidak praktis. Bobotnya luar biasa berat, untuk m

