Koma

1638 Kata

Selain suhu tinggi, yang juga menyambutnya dengan seketika adalah cahaya. Luar biasa terang benderang, seperti ia langsung masuk ke matahari. Memejamkan mata saja tidak cukup. Segala hal terasa terlalu menyilaukan baginya. Nada bahkan perlu melindungi mata yang terpejam dengan kedua lengan. Baru kemudian terpikir olehnya, bagaimana kalau ini hanya jebakan? Itu tadi bukan sosok Nararya yang sesungguhnya, tapi hanya bayangan jadi-jadian ciptaan Bunglon. Dan karena percaya saja pada teman sekelas, ia dengan sebegitu gobloknya melakukan hal paling fatal yang dilarang keras oleh Mr. Chandra, yaitu melangkah meninggalkan rumah. Sekarang ia telanjur ada di sini, melepaskan tangan dari pegangan pintu, dan pada tempat di mana kemungkinan tak ada siapapun yang bisa menolongnya. Spontan Nada melan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN