Semua menyerpih menjadi debu, dan berpusing memutar luar biasa cepat seperti pusaran angin p****g beliung dengan ia tepat berada di titik pusatnya. Spontan ia berputar kaget melihat itu, dan tangan refleks melindungi mata. Ketika dalam beberapa kedipan napas berikutnya pusaran itu berhenti, ia kembali berada di tengah alam serba merah penuh nyala api. Bedanya, yang kali ini terlihat adalah sebuah dataran luas yang luar biasa rata seperti permukaan lantai, membentang hingga sejauh mata bisa melihat. Dan di dataran luas itu, 10 meter dari tempatnya berdiri, nampak sebuah bangunan serupa gedung rumah susun dengan tujuh lantai. Nada melihat layar ponsel. Ada foto gedung itu di sana, dengan caption berbunyi “LANTAI 4 – RUANG 407”. Benar kata Dayu, memang tak terlalu susah berbekal Bahtera. Sem

