Serangan

1776 Kata

Begitu meninggalkan rekahan Jalan Gerbang, hal pertama yang terlihat oleh Nada adalah kerumunan pria, dan mereka semua bersenjata. Bahkan Mr. Chandra pun bersiaga dengan sepucuk pistol. “Bagaimana Bapak Presiden?” pria itu berteriak, dan Nada bisa mendengar bunyi gaduh lainnya. “Bapak Presiden sudah bangun!” sahut seorang pria lain yang berada di dekat pembaringan, yang tak lain adalah seorang petugas Paspampres berpakaian sipil. “A-ada apa ini...?” gumam Nada, baru kemudian menyadari bunyi-bunyi memekakkan telinga itu adalah suara letusan senjata silih berganti dan teriakan-teriakan lantang, dari arah luar rumah. “Tempat ini diserang,” sahut Chandra sekilas, sebelum kemudian menoleh ke arah pembaringan. “Ayo, cepat! Bawa Bapak Presiden keluar dari sini! Kamu juga, Nad!” Nada terhenya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN