Dendam

1604 Kata

Dan kini mereka berenam tak ubahnya orang-orang konyol—berjongkok dan merunduk dengan wajah tegang ketakutan, tepat di tengah jalan! “Malam ini Indonesia akan kehilangan presidennya, sehingga ada rencana jangka panjang yang terpaksa tak bisa dieksekusi!” Suara itu bergema, seolah mereka sekarang ini tengah ada di goa. Dan itu juga membuat arah asal suara sukar ditebak. “Itu Bunglon...” Mr. Chandra menatap lekat pada Nada. “Jadi dia beneran perempuan?” Nada tertawa pelan. “Ya. Anda akan kaget kalau saya kasih tahu siapa dia yang sesungguhnya. Tapi untuk saat ini, karena Anda terikat aturan dasar untuk tidak ikut campur, bukankah ada tugas yang lebih penting untuk Anda?” Tepat saat itu deretan mobil dengan sirene gaduh dan lampu biru terang berkedip-kedip muncul dari kejauhan, searah d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN