Pulang

1372 Kata

Nada membuka mata. Otaknya masih belum berputar sempurna. Seperti orang yang tidur terlalu lelap sehingga waktu bangun butuh berpikir keras hanya untuk mengingat nama sendiri. Meski begitu, ia langsung dengan seketika mengenali wajah pertama yang ia lihat, bahkan sebelum matanya bisa fokus dengan sempurna. Laki-laki gundul berwajah India. Kali ini bajunya serba hitam. “Enak tidurnya?” Baru perlahan-lahan, Nada mendapatkan penuh kembali kesadarannya. Ia memutar mata, mendapati dirinya berada di sebuah kamar yang tak terlalu luas. Ada meja kayu kecil dengan cermin besar yang bersisian dengan pintu lemari yang terletak di dalam sisi dinding. Tepat di sebelah kanan terdapat semacam lorong kecil, yang sepertinya menuju pintu kamar dengan pintu toilet berada tak jauh darinya. Ia sendiri terb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN