Nada menatap kosong. Syok. “Itu tadi apa!?” “Kami di Class A menyebutnya dengan istilah Shortcut. Jalan Pintas. Bepergian melewati jarak yang jauh namun dalam waktu yang sangat singkat.” “Tapi... bagaimana bisa? Itu sihir? Sulap? Ilusi? Mind games?” “Katakan saja aku tadi melipat dimensi ruang-waktu sehingga jarak Solo-Jakarta bisa kita tempuh sesingkat kita membelok di pertigaan tadi. Tahu-tahu kita sudah sampai Pondok Indah. Nanti pulangnya juga sama. Dalam sekejap, sudah sampai depan rumahmu.” Dahi Nada berkerut. “Melipat ruang-waktu kan sama kayak teori tentang wormhole, lubang cacing.” “Memang. Itu penjelasan ilmiahnya. Mama kamu pasti mudeng fenomena ini tadi, andai kita diskusinya pakai koridor fisika kuantum dan kosmologi.” Nada masih sibuk mengedarkan pandang ke segala arah

