“Loh... kok...? Bukannya Ibu...” Nada sekilas menoleh ke pintu kantor Kepala Sekolah. “...Masih di...?” Cathy menggeleng. “Nggak ada waktu jelasin sekarang. Ayo, sambil jalan aja!” Perempuan itu melangkah menuju ambang ke ruang depan. Nada spontan mengikuti, meski masih ragu. “Ke mana?” “Pergi sebentar. Tugas negara.” Tanpa banyak bicara, Cathy menggandeng tangan Nada melintasi lobi gedung sekretariat SMA 29 dan turun ke tempat parkir. Ia melepas tangan Nada untuk merogoh anak kunci dari saku celana dan memencetnya. Lampu-lampu sebuah jip warna putih yang diparkir di ujung tempat parkir kendaraan roda empat menyala berkedip-kedip. Mereka menuju mobil itu. “Ayo, cepat, naik!” Nada menelan ludah. “Tapi... ke mana, Bu?” Cathy bergegas naik lewat pintu depan kanan. “Ayo, naik aja! Kuj

