Matahari bersinar dengan cerah pagi ini. Yasmin juga merasa tubuhnya sangat segar dan mual-mual di perutnya sudah banyak berkurang. Bahkan, sarapan yang biasanya tidak dia sentuh, tadi habis dilahapnya. “Jadi apakah aku sudah boleh pulang, dok?” tanya Yasmin ketika dokter yang bertanggung jawab atas dirinya mengunjunginya untuk melihat keadaannya. “kemungkinan seperti itu. kita akan cek nona sekali lagi untuk memastikan kalau nona memang sudah sehat ya?” Yasmin mengangguk. Tapi memang begitulah adanya. Tengah hari Paul datang untuk menjemput Yasmin pulang ke apartemen. “Kamu mau apa? Kue, buah-buahan, atau makanan ringan? Aku akan menyediakannya untukmu. Atau kamu menginginkan lauk nasi tertentu?” “Aku mau banyak,” jawab Yasmin dengan santainya. “Aku mau buah-buahan, kue, steak dagin

