Bagian Dua Puluh Delapan: Takdir Tuhan

1883 Kata

Jangan pergi lagi... Gemintang menatap Benua, dengan mata berkaca-kaca. Benua mengusap pipi Gemi. "Saya akan mencoba untuk selalu di dekat kamu." kata Benua menatap Gemi. Gemi tersenyum, lalu memeluk Benua. "Gue seneng, tapi gue juga kesel sama lo..." lirih Gemi kepada Benua. "Maaf." Gemi menggelengkan kepalanya. "Tapi gue juga sadar. Lo pergi untuk kembali." lanjut Gemi. Benua mencium kening Gemi. "Saya mencintai kamu..." ucap Benua menatap lekat Gemi. Gemi tersenyum. "Seberapa banyak lelaki yang menawarkan diri mereka untuk menjadi pendamping gue. Kalau yang gue mau itu elo? Mereka bisa apa?" "Ben, hati ini masih milik lo..." sambung Gemi dengan senyuman manisnya. Benua membalas senyuman Gemi, lalu memeluk perempuan itu lagi. Keduanya melepas pelukan. Keduanya saling pandang, Be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN