Bab 11. Hilang

1972 Kata

*** Elang masih berada di dapur yang sama dengan Ana. Kini, dirinya menyenderkan tubuhnya ke meja. Ia memperhatikan tingkah Ana yang sedang makan dengan cepat. Ternyata, Ana tidak berubah sama sekali. Dia masih saja takut dengan ancaman itu. Makan malamnya kandas dalam waktu singkat karena terlalu khawatir dicium Elang untuk yang kedua kalinya malam ini. Elang terkekeh, merasa lucu sendiri melihat tingkah perempuan itu. "Kenapa kamu belum pulang juga?" sindir Ana. "Aku sudah selesai makan." terangnya. Elang mengangguk singkat. "Kalau gitu aku pulang dulu," pamitnya. Ana bersorak senang dalam hati saat Elang betul-betul melangkah menuju pintu. Namun, dia merasa was-was saat lelaki itu kembali berbalik. "An, aku minta maaf karena marah-marah sama kamu. Maaf juga karena perasaan kita bed

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN