Bab 15. Saksi atau Pelaku?

1408 Kata

*** Sudah Ana duga, dirinya tak mungkin bisa menghindari Elang lebih lama lagi. Lelaki itu pagi-pagi sekali sudah ada di depan apartemennya. Dia mungkin sudah menunggu sejak subuh. Betapa menyebalkannya, tetapi mereka sepertinya memang harus bicara. Ana akan menegaskan sekali lagi bahwa dia tidak suka sikap Elang yang seperti ini. Elang bagai penguntit yang tak tahu malu. Hal itu jelas membuat Ana tidak nyaman. Hari ini juga Ana akan meminta bahkan memohon pada Elang agar melepaskannya dari bayang-bayang tunangan rahasia. Ana tidak tahan lagi. Elang bukan hanya mengacaukan hari-harinya, tetapi juga mengacaukan perasaannya. Ana takut jika berada lebih lama lagi dalam situasi ini maka bukan tidak mungkin dia akan kembali terjerumus pada kisah yang sama. Dengan yakin Ana membukakan pintu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN