*** Semalam, setelah pulang dari apartemen Ana, Elang langsung memeriksa email dari orang suruhannya. Mulutnya berdecak sebal karena tak ada informasi yang bisa memuaskan rasa penasarannya atas sikap orang tuanya. Email itu hanya berisi tentang informasi bahwa kedua orang tuanya pernah mendatangi sebuah rumah. Namun apa tujuan mereka belum diketahui. Elang mengusap wajahnya. Ia belum puas bila belum mengetahui detailnya. Beruntung, alamat rumah tersebut sudah mereka dapatkan. Hanya saja rumah itu sudah beberapa kali berpindah tangan, sehingga sulit menemukan siapa yang kedua orang tuanya temui. Elang meraih ponselnya. Mencari kontak orang suruhannya. Lalu mendial nomor tersebut dengan cepat. "Bagaimana hasilnya?" tanya Elang tak suka berbasa basi setelah nada sambung berubah menjadi s

