*** Elang mengantarkan Ana pulang ke apartemen gadis itu dengan selamat. Sengaja tak ingin mampir sebab Elang memiliki pekerjaan penting menyangkut alasan orang tuanya tidak merestuinya menikah dengan Ana. "Aku langsung pulang ya Sayang," Ana mengangguk singkat. Malam memang sudah cukup larut. Ana membiarkan Elang berpamitan dan meninggalkannya sendirian. Ana menutup pintu sata raga Elang sudah sepenuhnya masuk ke dalam luft. Hembusan napas lelah menemani perjalanan Ana menuju kamarnya. Entah kenapa kisah ini begitu rumit. Ana mencintai Elang. Namun orang tuanya dengan terang-terangan menentang hubungan mereka. Bahkan Elang sudah di jodohkan. Entah bagaimana caranya agar kedua orang tua Elang memberi restu untuknya. Ana benar-benar bingung. Namun, ia tak bisa menyerah seperti seming

