*** Setengah jam lebih Elang baru keluar dari kamar Ana. Model cantik itu menatap tertarik padanya. Elang sudah menebak, sebentar lagi Ana akan menggodanya. "Kenapa kamu?" tanya Elang, seolah ia baru Lima menit yang lalu meninggalkan Ana. Ana terkikik geli. Ia melirik Elang mulai dari atas hingga ke bawah. Bermaksud untuk membuat Elang merasa gugup dan salah tingkah. Namun, Elang tampak tidak terpengaruh sama sekali. Lelaki itu hanya menaikan alisnya saja. "Nggak apa-apa," jawab Ana. Ia menyerah. Sudahlah, tak usah dibahas lagi, pikirnya. "Kita makan malam di luar, ya?" "Mau? Nggak takut dikejar wartawan lagi?" tanya Elang. Ana menggelengkan kepalanya. "Nggak! Sekalian aja terekspos," jawabnya. "Nah ini baru tunanganku," puji Elang. "Ihh nggak mau! Tunangan apaan? Kan, masih

