*** Elang tidak menyangka mengajak Ana makan malam bersama orang tuanya berujung ia kehilangan cinta pertamanya itu. Ana memutuskannya begitu saja. Tanpa sedikit pun mempertimbangkan perasaannya. Demi apapun Elang tidak terima. Dia masih sangat mencintai Ana, dan yakin Ana merasakan hal yang sama. "Aku nggak akan pernah lepasin kamu, Ana!" ada ketegasan di setiap kata yang Elang ucapkan. Lelaki itu meletakan gelas kaca yang berisi kopi itu ke atas meja kerjanya. Suara ketukan pintu membuatnya menolehkan kepala. "Bagaimana?" tanyanya saat orang suruhannya menemuinya. Elang mempertanyakan hasil dari tugas yang ia berikan pada bawahannya itu. Elang menyuruh orangnya untuk menyelidiki apa yang sebenarnya sedang terjadi. Elang percaya ada sesuatu dibalik sikap kedua orang tuanya yang menan

