Happy reading, dear :) *** Ana terharu mendengar perkataan Elang yang tampak tegas. Namun, dirinya tak bisa menerima ucapan orang tua Elang. Mereka betul-betul tidak ingi menerimanya sebagai calon menantu. Dengan cepat Ana berdiri. "Aku sendiri yang akan menghentikan Elang!" kecamnya, membuat seluruh mata manatap penuh minat padanya. Ana tidak peduli. Ia memang sangat mencintai Elang, tapi bila tak diinginkan seperti ini lebih baik ia pergi. "Sayang maksud kamu apa?" tanya Elang yang ikut berdiri. Keterkejutan menghampirinya begitu Ana terlihat tegas dalam mengatakan itu. Pikiran Elang berkelana, khawatir sesuatu akan membuat mereka sama-sama terluka. Tanpa membalas tatapan Elang, Ana berujar, "Kita putus, Lang!" begitu kata-kata itu keluar dari mulutnya, Ana segera beranjak dari s

