Bab 28. Firasat

1306 Kata

*** Ana pikir hubungannya dan Elang akan renggang setelah ia mengambil keputusan itu. Namun ternyata dirinya salah. Elang masih bersikap baik beberapa hari setelah hari itu. Kini, tak terasa Enam bulan telah berlalu. Jantung Ana bertalu sejak ia setuju Elang membawanya ke hadapan kedua orang tua lelaki itu. Beberapa kali Ana mengusap lengannya yang tak tertutup sehelai benang pun karena gugup. "Kamu siap?" pertanyaan Elang mendapat anggukan dari Ana. Tak mungkin ia mundur dan berlari pulang sekarang karena mereka sudah berada di depan rumah kedua orang tua Elang. "Jangan gugup Sayang, mama papa nggak akan gigit," bisikan Elang menimbulkan delikan sebal dari Ana. Ia menarik napasnya dalam sebelum menghembuskannya secara perlahan. Ana tahu kedua orang tua Elang sangat baik padanya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN