“Kamu, ya, pelakunya.” Adit mengernyit kesakitan saat telinganya ditarik oleh Bu Indah dengan keras sehingga ia mau tidak mau harus berdiri agar telinga kanannya tidak lepas dari kepalanya. “Aduh, duh, bukan saya, Bu, pelakunya.” Adit berusaha membela diri di tengah rasa sakit di telinganya, ditambah lagi semua pasang mata kini menatap padanya yang tentu saja membuatnya malu untuk mengangkat wajah. “Terus siapa lagi kalau bukan kamu?” Bu Indah mengambil salah satu cokelat serupa dari dalam saku celana Adit yang tak sengaja ia lihat saat berkeliling mencari pelaku yang melemparkan bungkus cokelat padanya. “Ini apa?” Cokelat tadi ia tunjukkan di hadapan siswa di depannya itu. “Ini sudah cukup jadi bukti kalau kamu pelakunya.” Adit semakin mengerang kesakitan saat Bu Indah semakin menguat

