Setibanya di rumah Vina, Angga bisa melihat Alvin yang juga baru tiba dari suatu tempat. Entah dari mana tapi dari penampilannya yang rapih saja ia bisa menebak bahwa sahabatnya itu baru saja bertemu dengan sang kekasih. Ia ikut turun dari motor saat menyadari kursi di belakangnya sudah kosong, gadis di sampingnya sudah berhenti bergetar ketakutan seperti tadi dan bisa ia pastikan bahwa Vina sudah lebih baik sekarang. Namun ternyata perkiraannya salah saat Vina berlari memeluk kakak laki-lakinya dengan suara lirih. “Alvin.” Vina berlari menerjang tubuh Alvin dan memeluknya erat, tangis yang sejak tadi ia tahan kini pecah sudah. Ia memang tidak apa-apa secara fisik tapi trauma yang ia rasakan saat melihat bis melaju dengan cepat ke arahnya beberapa waktu yang lalu tentu saja akan sulit ia

