Di depan kelasnya Vina tidak sengaja berpapasan dengan Laura yang kebetulan juga baru tiba di sekolah, ia hanya sendiri di sana tanpa adanya Keenan yang menemaninya yang terkadang membuat Vina bertanya-tanya apakah keduanya tidak berangkat ke sekolah bersama-sama atau tidak. Namun tentu saja pertanyaan itu hanya tertahan di pikirannya tanpa pernah berniat untuk menanyakan langsung pada yang bersangkutan. Ia lebih memilih membuang muka dan mengabaikan gadis cantik blasteran tersebut yang sedang melemparkan senyuman padanya, ia bahkan tidak perduli jika Laura menganggapnya sombong karena baginya berbaik hati pada gadis cantik itu tidak ada gunanya. Ia tentu tidak suka bagaimana Laura berusaha merusak hubungan Angga dan Dinda yang bahkan baru akan dimulai. Alvin yang berjalan di belakangnya

