Raisa ke luar dari dalam mobilnya. Bayu terpaksa turun dari teras, dan mendekati pagar. Ia tidak ingin Raisa berteriak saat bicara dengannya. "Abang bohong! Katanya pergi!" "Harusnya kamu sadar, kenapa aku sampai berbohong. Itu jelas artinya, aku tidak ingin bertemu kamu lagi." "Dengarkan penjelasan aku dulu!" Raisa menghentakkan kakinya ke tanah, air mata jatuh di pipinya. "Apa lagi yang harus aku dengarkan. Kamu sudah membohongi aku. Aku tidak butuh penjelasanmu, Sa. Sebaiknya kamu pergi dari sini. Aku tidak ingin tetangga mendengar keributan yang kamu timbulkan!" "Bang!" "Maaf, Sa. Aku bukan orang bodoh, yang hanya diam terus dibohongi. Sejujurnya, aku sudah lama tahu, kalau kamu sering membohongiku. Tapi, selama ini aku menutup mata, dan telinga. Karena aku yakin, aku mencintaim

