BAB 110

1121 Kata

Waktunya makan siang. Aku baru saja keluar dari ruang tindakan saat ponselku bergetar. Notifikasi yang kutunggu. Amanda: Akang di mana? Senyumku mengembang lagi. Aku tak membalas dengan tulisan, namun mengetuk tombol panggilan suara. “Akang!” sapanya, menyeru ceria. Aku terkekeh. “Akang di rumah sakit. Mau isoma dulu.” “Akang sudah makan belum?” tanyanya. “Belum, sayang. Nda sudah makan?” “Belum. Nda sebentar lagi sampe.” “Sampe mana?” balasku, heran. “Rumah Sakit.” “RSPI?” “Iya dong. Kan pacar Nda ada di RSPI, masa Nda ke Permata Cibubur? Ya nggak mungkin atuh.” Aku tergelak. “Kok pulang cepat? Nggak ada tutor?” tanyaku kemudian. “Nggak ada, Akang. Besok juga nggak ada ujian, nyambung hari Senin. Hari ini ujiannya juga cuma satu,” jelasnya. “Oh. Minggu depan dong yang pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN