Kini Hana berakhir di depan rumah lama Juno. Katanya cuaca mendung, tapi ngajak Hana ke sini. Padahal lumayan jauh. "Kenapa tiba-tiba ngajak belajar main basket?" tanya Hana, berjalan di sisi Juno. "Biar kamu bisa aja. Ada ujiannya juga, kan?" Bohong. Juno tidak suka saja jika orang lain yang nanti mengajarinya. Esa misalnya. Seperti waktu itu. "Ambil!" Juno melemparkan bola ke hadapan Hana. Hana yang belum pro tentu saja kaget dilempar bole secara tiba-tiba. "Coba dribble bolanya." Menuruti perintah Juno, Hana mulai men-dribble bola. Meski tidak begitu mahir, tapi Hana lumayan bisa jika hanya men-dribble. "Tangannya jangan tegang, lemesin aja," intruksi Juno, "kalau tegang nanti tangan kamu sakit." "Yup, bagus. Over!" "Ya?" "Over bolanya ke sini!" Yup. Hana melempar bolanya ke

