Keesokan harinya, Robi sudah pulang lebih dulu. Ia akan berangkat ke Singapura dengan pesawat pagi hari. Ia sengaja tidak berpamitan pada Kayla karena tidak ingin melihat Kayla menangis lagi. "Robi mana?" tanya Kayla saat sarapan, mengedarkan pandangan. "Udah pulang duluan. Pesawatnya berangkat pagi," jawab Davin. "Oh, gitu ya," ucap Kayla, berusaha menerima. Ia duduk di samping Arhan yang sedang mengaduk kopi. "Mau s**u ?" tawar Arhan lembut. "Enggak, nanti suka enggak enak perut," tolak Kayla. "Oke," ucap Arhan, lalu melanjutkan menyesap kopinya. "Pulang jam berapa, Kay?" tanya Tari. "Enggak tahu," jawab Kayla. "Kita ke sana dulu, selfie!" ajak Sasa menunjuk kebun teh. "Jangan jauh-jauh," pesan Davin. "Iya, di sana doang, kok," balas Sasa. Kayla tersenyum tipis sambil menghab

