Arhan bangkit dari posisi jongkoknya. Mata mereka bertemu. Kayla yang hanya terbalut handuk, merasa panik dan bingung harus berbuat apa di depan suaminya yang bertelanjang d**a. "Kamu enggak dingin?" tanya Arhan dengan suara yang terdengar lembut, namun ada nada bergetar menahan gejolak di dadanya. "A-aku mau pakai baju, tapi bingung, enggak bawa baju tadi," jawab Kayla terbata-bata, menundukkan pandangannya. Arhan menelan ludahnya dengan susah payah. Pemandangan istrinya yang polos, hanya terbungkus handuk, membuat hasrat yang selama ini ia pendam sulit untuk dikendalikan. "Kayla," panggil Arhan lembut, suaranya kini terdengar berat dan dalam. "Hmm, ya, Mas?" jawab Kayla, mengangkat wajahnya perlahan. "Apa kamu masih takut padaku?" tanya Arhan. Jarak mereka kini hanya sejengkal. Jan

