"Bangun, sayang," bisik Arhan lembut, mengecup kening Kayla. "Aku lemas ini. Badan aku pegal-pegal, Mas. Jahat banget ikh," rengek Kayla manja, matanya masih terpejam. "Maafkan aku, sayang. Aku tuh gemas sama kamu," balas Arhan, memeluk Kayla dengan erat, menikmati kehangatan pagi. "Malas mandi, dingin," rengek Kayla lagi. "Kita harus salat Subuh, sayang," ucap Arhan sambil mengusap rambut Kayla, mengingatkannya pada kewajiban. Kayla membuka matanya, kesadaran akan kewajibannya muncul. Ia pun duduk sambil mengucek matanya. "Kita mandi, ya? Pakai air hangat," bujuk Arhan. "Hmm," gumam Kayla, masih malas. Mereka mandi, lalu salat Subuh bersama. Usai salat, Kayla tidur lagi, masih mengenakan mukena karena badannya terasa lemas. Sementara itu, Arhan melihat ponselnya. Ia bingung karena

