Arhan dan Kayla makan malam bersama malam itu. Suasana terasa sangat hening, dicekam ketegangan yang belum terurai. Hanya terdengar suara sendok dan garpu beradu. "Bu, ini susunya," ucap Dewi lembut, menyodorkan segelas s**u hamil pada Kayla. "Makasih," ucap Kayla sambil tersenyum tipis. Arhan menyudahi makannya. Ia minum, lalu bangkit dan pergi menuju ruang kerjanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada istrinya. Kayla menatap punggung Arhan, ada rasa tak nyaman dan kecewa yang menyelimuti hatinya. "Bapak memang gitu, Bu, kalau ada masalah," bisik Dewi, mencoba menenangkan. "Harusnya ngomong, jangan dipendam sendiri," gerutu Kayla dalam hati. Ia menghabiskan susunya, lalu segera masuk ke kamarnya dan mengunci pintu, melampiaskan rasa kesalnya. Keesokan harinya, usai salat Subuh,

