Amarah

793 Kata

Siang itu, Robi tiba di kantor polisi dengan wajah tegang dan mata merah karena kurang tidur. Emosi masih membara di dadanya sejak mendengar pengakuan Kayla malam sebelumnya. Tanpa banyak bicara, ia langsung menghampiri ruang pemeriksaan, di mana Arhan sedang duduk bersama pengacaranya. Begitu pintu terbuka, Robi menghajar Arhan tanpa aba-aba. Tinju pertamanya mendarat tepat di rahang pria itu hingga tersungkur. “Dasar b******k! Lo pikir bisa seenaknya nyakitin perempuan, hah?!” teriak Robi. Arhan berusaha menangkis, tubuhnya yang kekar membuat ia tak mudah dihajar begitu saja. Mereka sempat saling dorong, saling pukul, hingga beberapa petugas datang melerai. Pak Wahyu—paman Robi yang juga penyidik di kasus ini—bergegas masuk dan menahan keponakannya. “Sudah! Sudah, Rob! Biar hukum ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN