Kanika sedang menatap layar ponselnya, ia sedang mencari referensi cincin pernikahan yang bagus untuknya dan Genta di hari sakral mereka yang hanya tinggal menhitung minggu. Rasa deg-degan, senang dan haru jadi satu mengingat sebentar lagi statusnya akan berubah. Jadi Istri. Ibu dari anak-anaknya kelak. Kanika tersenyum kecil kala pikiran itu terlintas di kepalanya. Bayang-bayang akan kehidupan bahagia setelah menikah, walaupun ia tahu bahwa after marriage life tak seperti novel atau komik yang dibacanya tapi Kanika tahu, kehidupan pernikahan akan lengkap bila keduanya saling melengkapi satu sama lainnya. Karena baginya, bahagia itu sederhana. Ia bisa membuat kehidupan pernikahannya lebih bahagia di banding cerita yang pernah ia baca. Ponsel Kanika berdering pendek saat

